Padahal lawannya hanya bayangan. Bayangan tentang masa lalunya sendiri. Di luar ring, Raka bukan tipe pria yang mendominasi. Ironis memang. Dengan tubuh kekar dan wajah sangar yang membuat pregi preman pasar minggu mundur, dia justru paling tenang saat seseorang memegang tangannya dengan lembut. Dia sub —bukan karena lemah, tapi karena lelah. Capek jadi batu karang yang terus dipukul ombak.
Dia ingin sandaran.
Padahal perih itu bukan karena luka. Tapi karena dia suka diperlakukan seperti ini. Tegas. Pelindung. rocky handsome sub indo
Raka menggigit bibir bawahnya yang pecah-pecah. Matanya menyipit manja—sesuatu yang tidak akan dia tunjukkan di depan teman-temannya. Tapi di depan kamar kos yang sempit ini, dia membiarkan jaket kulitnya terlepas.
"Lo jagain gue, ya?" bisiknya suatu malam di emperan toko, kepalanya bersandar di pangkuan seseorang. Rambutnya basah keringat. "Gue nggak mau jadi 'rocky' yang keras mulut. Gue mau jadi... punya lo." Padahal lawannya hanya bayangan
"Jangan kasar-kasar amat," rengeknya pelan. Badannya yang berotot sedikit merosot ke depan. "Lukaku masih perih."
Matanya teduh. Pasrah.
Dia dengan cara yang kasar. Rahang tegas, hidung sedikit bengkok karena patah dua kali, dan alis tebal yang menyembunyikan luka lama. Badannya berotot padat, bukan karena gym tapi karena angkat besi di pelabuhan dan berkelahi untuk bayaran receh. Matanya hitam pekat—tapi saat dia melihat ke arahmu dari bawah, mata itu tidak galak.
"Udah," kata Raka pelan, suaranya serak karena dahaga. "Gue nggak bisa lawan elo lagi." Ironis memang