Roe-091 Hanya Aku Yang Tahu Rahasia Ibu Temanku... Page

"Kau berhasil, Raka," katanya, suaranya bergetar antara kebanggaan dan kelegaan. "Kini warisan ini akan terjaga, bukan hanya oleh buku, tetapi oleh generasi yang menghargainya."

Setelah tiga hari menapaki lereng, aku menemukan sebuah mulut gua tersembunyi di balik tirai air terjun kecil. Di dalamnya, terdapat simbol-simbol yang persis seperti yang ada di buku . Aku menyalakan senter, mengamati dinding batu yang dipenuhi ukiran. ROE-091 Hanya Aku Yang Tahu Rahasia Ibu Temanku...

Aku sering mengunjungi mereka. Kadang hanya untuk menukar cerita, kadang pula untuk meminta kopi hangat sebelum kembali ke situs penggalian. Namun, ada sesuatu yang selalu membuatku penasaran: sebuah kotak kayu kecil yang selalu tersembunyi di balik tirai jendela ruang tamu, terkunci rapat dengan gembok tua berkarat. Suatu malam, hujan deras menuruni atap rumah panggung, menambah suasana misterius. Dinda tak kembali ke rumah karena harus membantu teman di kampus, dan Ibu Maya tampak kelelahan setelah menyiapkan semua persediaan untuk esok hari. Aku duduk di teras, menatap hujan, ketika terdengar suara ketukan lembut di pintu. Aku menyalakan senter, mengamati dinding batu yang dipenuhi

Aku mengangguk. Sebuah rasa tanggung jawab menggelora dalam diriku. Aku berjanji pada diri sendiri akan melindungi warisan itu, sekaligus menjaga rahasia ini tetap aman. Keesokan paginya, hujan sudah mereda. Aku menyiapkan perlengkapan penjelajahan: peta, kompas, dan buku catatan Raden Oka. Dengan izin Ibu Maya, aku berangkat menuju pegunungan barat laut, mengikut jejak yang ditandai pada peta. Namun, ada sesuatu yang selalu membuatku penasaran: sebuah